3. Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra
Posisi Menteri/Panglima Angkatan Darat pada Oktober 1965 dijabat oleh Mayjen TNI Pranoto Reksosamodra. Ia bersama dengan Soeharto berada di jajaran pimpinan Tentara Teritorium IV Diponegoro. Pranoto ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Pelaksana Harian Angkatan Darat, yang menggantikan Jenderal TNI Ahmad Yani yang diculik oleh pasukan pemberontak dalam tragedi G30S/PKI.
Saat Yani dinyatakan hilang (sebelum akhirnya ditemukan tewas), hubungan Pranoto dan Soeharto dikabarkan kurang harmonis. Meskipun sudah ditunjuk sebagai pengganti sementara Yani, namun Pranoto tidak bisa bertemu Presiden. Sebab, kala itu pimpinan AD sudah diambil alih oleh Soeharto.
Setelahnya, Soeharto terkesan mematikan karier Pranoto dengan menempatkannya sebagai perwira tinggi pada KSAD. Bahkan, pada 16 Februari 1966, Soeharto melalui surat perintah penangkapan, resmi meringkus Pranoto karena diduga terlibat dalam aksi pemberontakan. Pranoto lantas ditahan selama 15 tahun tanpa adanya pemeriksaan dan pengadilan.
(Awaludin)