Kemal lantas menjelaskan bahwa terdapat mobil lain yang berada di Makasar yang turut disita KPK. Mobil itu berjenis Mitsubishi Pajero yang diakuinya dikira merupakan pemberian dari NasDem lantaran terdapat logo NasDem dan wajah ayahnya.
"Terus ada mobil apa lagi?" tanya penasihat hukum.
"Kalau yang lain itu yang di Makassar ada yang tersita itu ada mobil Pajero," jawab Kemal.
"Itu siapa yang belikan mobil Pajero?" tanya penasihat hukum lagi.
"Kalau mobil Pajero itu kami hanya mendapatkan di pertengahan masa jabatan Pak Syahrul, eh bukan, di akhir masa Jabatan Pak Syahrul itu dengan sudah ada logo Nasdemnya pak," jawab Kemal.
"Saya kurang tahu (yang memberika mobil), kami hanya menerima saja," sambung Kemal.
Akhirnya penasihat hukum pun mempertanyakan soal ada atau tidaknya surat-surat atas mobil tersebut. Kemal lantas mengakui bahwa dirinya tidak memiliki surat baik itu BPKB ataupun STNJ.
"Ada surat-surat tidak?" tanya penasihat hukum
"Surat-surat tidak ada," jawab Kemal.
"BPKB? STNK?" tanya oenasihat hukum.
"Tidak ada, tidak ada. Jadi kami mengira itu dari NasDem pak karena sudah ada logo Nasdemnya, sudah ada mukanya bapak," ungkap dia.