4 Jenderal Kelahiran Madura, Salah Satunya Mantan Kapolri

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Sabtu 01 Juni 2024 08:00 WIB
Jenderal Pol Roesmanhadi (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Madura dikenal dengan pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Namun siapa sangka, Madura juga menghasilkan jenderal-jenderal yang memiliki kepemimpinan yang baik.

Terdapat sejumlah jenderal yang merupakan kelahiran Madura, Jawa Timur. Mereka datang dari jenderal di TNI dan kepolisian. Ada yang masih aktif dan juga ada yang sudah selesai pengabdiannya atau pensiun.

Okezone merangkum para jenderal kelahiran Madura. Berikut ulasannya:

1. Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya

Novi Helmy Prasetya kelahiran Madura, 10 November 1971 merupakan perwira tinggi TNI AD yang berpengalaman di Infanteri (Kopassus). Saat ini, ia menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad sejak 4 November 2022. Pria lulusan Akademi Militer 1993 itu pernah ditugaskan dalam operasi di Timor Timur pada 1996 silam.

Setelah itu, Novi juga ikut serta dalam operasi Tribuana bersama satuan Kopassus pada 1999. Ia juga menyandang sejumlah jabatan penting selama kariernya di militer. Di antaranya adalah Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta (2021), Asisten Personel Kogabwilhan III (2019), Komandan Korem 061/Suryakancana (2019), dan Komandan Grup D Paspampres (2013-2015).

2. Mayor Jenderal TNI Farid Makruf

Lahir di Bangkalan, Madura pada 6 Juli 1969, Farid Makruf saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya sejak 4 November 2022 lalu. Lulusan Akademi Militer 1991 ini memiliki keahlian di bidang Infanteri (Kopassus). Sebelum menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, jenderal bintang dua ini pernah menjabat sebagai Pamen Denma Mabesad (2019), Danrem 132/Tadulako (2020-2021), Dirdiklat Pusterad (2021-2022), Wakil Inspektur Jenderal TNI (2022), dan jabatan lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Farid pernah terjun ke lapangan langsung bersama anggota TNI lainnya untuk mencari sisa-sisa anggota kelompok teroris, yaitu Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso.

3. Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan

Hanafie Asnan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara 1969 yang lahir di Bangkalan, Madura pada 7 November 1945. Purnawirawan jenderal bintang empat ini pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara Indonesia sejak 3 Juli 1998 sampai 25 April 2002. Selama menjabat sebagai KSAU, Hanafie melakukan berbagai kebijakan dan langkah-langkah yang pada saat itu Indonesia sedang mengalami masa perpindahan Orde Baru ke Orde Reformasi.

Ia memutuskan dan mengukuhkan Laksamana Udara Raden Soerjadi Soerjadarma menjadi Bapak AURI. Kebijakan lainnya, memindahkan makam Marsekal Muda (Anumerta) Abdulrachman Saleh beserta istrinya dan makam Marsekal Muda (Anumerta) Adi Sucipto bersama istrinya ke Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto, Yogyakarta.

 

4. Jenderal Polisi (Purn) Roesmanhadi

Roesmanhadi lahir di Madura pada 5 Maret 1946. Jenderal polisi ini memulai jabatan pertamanya pada 1969 sebagai Irdin Res 86 Bandung Polda Jawa Barat. Roesmanhadi mempunyai banyak jabatan penting semasa kariernya.

Ia pernah menjabat sebagai Kapolri periode 1998-2000. Sebelumnya, ia mengemban jabatan sebagai Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas sejak 15 Oktober 1997. Purnawirawan jenderal bintang empat ini juga pernah menjabat Wakapolda Kalimantan Barat (1991), Wakapolda Jawa Timur (1992), Kapolda Sumatera Utara (1993), Kapolda Jawa Timur (1995), dan Demin Kapolri (1996).

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya