Kelaparan Landa Gaza Utara, Warga Bertahan Hidup Hanya dengan Roti

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 15 Juni 2024 12:35 WIB
Kelaparan landa Gaza Utara, warga bertahan hidup hanya dengan roti. (Reuters)
Share :

KAIRO - Di bagian utara Jalur Gaza, tempat warga Palestina paling terdampak kelaparan, warga mengatakan kekurangan sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging membuat mereka bertahan hidup hanya dengan roti.

Melansir Reuters, Sabtu (15/6/2024), makanan yang bisa ditemukan di pasar dijual dengan harga selangit. Warga mengatakan satu kilogram paprika hijau, yang harganya sekitar 1 dolar Amerika Serikat (AS) sebelum perang, dihargai 320 shekel atau hampir 90 dolar AS. Para pedagang meminta 70 dolar AS hanya untuk satu kg bawang.

“Kami kelaparan, dunia telah melupakan kami,” kata Um Mohammed, ibu enam anak di Kota Gaza.

Dia tetap di sana selama lebih dari delapan bulan pengeboman Israel. Namun, dia dan keluarganya telah beberapa kali meninggalkan rumah menuju tempat perlindungan yang ditunjuk di sekolah-sekolah PBB.

“Kecuali tepung, roti, kami tidak punya apa-apa lagi, tidak punya apa-apa untuk dimakan, jadi kami makan roti saja,” ujarnya.

Pejabat Palestina dan pekerja bantuan internasional menyebut, pada akhir Mei, militer Israel mencabut larangan penjualan makanan segar ke Gaza dari Israel dan Tepi Barat.

Namun dalam unggahan di media sosial, warga Gaza menuduh pedagang yang tidak bermoral mengeksploitasi kebutuhan dengan membeli barang dengan harga reguler di Israel dan Tepi Barat dan menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

Aliran bantuan PBB di wilayah Palestina yang hancur telah sangat terhambat sejak dimulainya operasi militer Israel di Rafah di Gaza selatan, pintu gerbang utama ke wilayah kantong tersebut dari Mesir.

Israel berada di bawah tekanan global yang semakin besar untuk meringankan krisis ini ketika lembaga-lembaga kemanusiaan memperingatkan akan terjadinya kelaparan.

Israel mengklaim mereka tidak membatasi pasokan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza dan menyalahkan PBB atas lambatnya pengiriman, dan mengatakan bahwa operasinya tidak efisien.

Pada hari Jumat, para saksi mengatakan pesawat menjatuhkan kotak bantuan di daerah Al-Karara dan Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

“Sebagian besar penduduk Gaza kini menghadapi bencana kelaparan dan kondisi seperti kelaparan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Rabu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya