Cerita Pengalaman Pahit Korban Judi Online Rugi hingga Rp100 Juta

Irfan Ma'ruf, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2024 23:01 WIB
Ilustrasi judi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Judi online menjadi masalah serius di tanah air. Bahkan, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Pembentukan Satgas dilakukan karena telah terjadi lingkaran setan permasalahan yang menjangkiti masyarakat bahkan telah merenggut nyawa.

MNC Portal melakukan wawancara dengan Ray (nama samaran), salah seorang yang aktif menjadi pemain judi online. Bahkan, Ray telah rugi mengalami kerugian hingga nyaris Rp100 juta.

Ray mengikuti judi online telah lama sebelum adanya judi selot. Kala itu, dia mengikuti judi poker. Dia mengetahui judi poker dan mendapatkan link dari temannya yang telah lebih dahulu bermain.

"Di awal gue justru bukan selot tapi gue dulu main poker awal mulanya. Saat itu belum ada judi selot," kata Ray kepada MNC Portal, Selasa (18/6/2024).

Setelah berkali-kali Ray dia terus mengalami kekalahan. Bahkan kekalahan yang dialami Ray tidak tanggung-tanggung mencapai Rp100 juta. Dia mengakui uang di tabungannya sampai habis.

"Gue main terus, kalah tuh habis itu puluhan juta hampir Rp100 juta. Sampa duit habis. Benar-benar habis duit gue," katanya.

Setelah uang habis, Ray masih bermain dan mendapatkan uang keberuntungan Rp30 juta dari judi poker. Dia menduga uang tersebut adalah sistem judi online agar tidak berhenti bermain.

Sadar akan dimanfaatkan sistem judi online, setelah mendapatkan uang keberuntungan Rp30 juta itu, dia berhenti.

"Gue kalah sampai hampir Rp100 juta mungkin biar gue main terus, dikasih Rp30 juta itu," katanya.

"Ya itu setelah dapat jackpot Rp30 juta itu akhirnya gue berhenti. Gue mikir enggak ada menangnya kalau judi," jelasnya.

Dia mengakui menyesal atas perbuatannya. Judi telah membuat harapan yang telah lama dia bangun terbengkalai. Uang sebesar Rp100 juta itu sebenarnya ingin ia gunakan untuk membeli rumah, namun kandas.

"Gue gagal beli rumah. Cuma ada penyesalan doang," sesalnya.

Setelah lama berhenti bermain judi poker kemudian dia kembali dikenalkan oleh temannya dengan judi selot. Awalnya dia bermain hanya Rp 100-200. Namun, kegiatan judi online itu terus berlanjut dengan nominal yang semakin besar.

"Namanya lingkaran setan teman-teman setan akhirnya gue kenal selot dari teman gue. Awalnya main receh kecil dua ratus perak, seratus perak. Sampai sekarang masih main, main iseng-iseng doang," jelasnya.

Kini, meski pun selalu main namun uang yang Ray keluarkan tidak sebesar seperti bermain Poker. Paling besar Ray menghabiskan uang Rp1 juta.

"Kenapa masih main judi? karena tergiur sama setan. Padahal itu duit lu yang cuma muter muter doang. Otak kita juga makin rusak," jelasnya.

"Karena gue sadar makanya gue main bukan karena untuk nyari uang cuma nyari keisengan aja buat hiburan. Gak akan main gede lagi gue," jelasnya.

Dia mensupport kehadiran Satgas Pemberantasan Judi Online, namun, dia masih sanksi apakah kehadirannya benar murni ingin memberantas judi online atau hanya sekadar pencitraan pemerintah.

"Tapi kembali lagi, satgas itu benar bekerja ngilangin judi online atau hanya pencitraan aja selagi isu judi online banyak makan korban," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya