Krisis Air Akibat Kekeringan, Petani di Lombok Timur Gunakan Es Batu

Ramli Nurawang, Jurnalis
Minggu 30 Juni 2024 08:12 WIB
Petani di Lombok Timur gunakan es batu akibat kekeringan air (foto: MPI/Ramli)
Share :

Petani lainnya, Hamdi mengaku hal serupa. Ia terpaksa membeli ratusan es batu langsung dari pabriknya di Jerowaru untuk untuk menanam tembakau karena kekurangan air. "Untuk 30 are itu, saya sudah keluarkan atau beli es balok itu 200 balok", tuturnya.

"Itu pun kalau tanahnya sudah mencair, kalau tidak ya kita beli es balok lagi," sambung Hamdi.

Ia mengakui, bercocok tanam dengan menggunakan es batu tidak mudah karna airnya sedikit, tapi terpaksa dilakukan karna memang di tempatnya kekurangan air akibat kekeringan. "Jarak dua hari, kita siram lagi pakai air biar bisa hidup", ujarnya.

Tak hanya menggunakan es batu, petani di desa ini terpaksa membeli air untuk mengairi sawahnya. Itu bagi petani yang memiliki cukup uang. Satu tangki air muatan 5 ribu liter dibeli seharga 170 sampai 200 ribu, tergantung jauh dekatnya lokasi.

"Kalau nanam 1 hektar itu, kita butuh 30 tangki," tutur Zaidun, Petani di Desa Pena.

"Itu belum untuk air saat mupuk (pemukukan), satu kali mupuk butuh satu tangki lagi," imbuhnya.

Zaidun mengaku krisis air akibat kekeringan terjadi sejak tiga bulan lalu. Bahkan tanaman padi petani sebelumnya sebagian besar gagal panen karna memang tidak ada air padahal tanaman padi butuh air banyak.

"Moga ke depan air lancar, dan moga ada perhatian dari pemerintah untuk petani seperti kami ini," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya