JAKARTA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memberhentikan Zainul Maarif dari jabatannya sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU DKI Jakarta. Zainul adalah satu dari lima Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog d tengah genosida di Gaza.
"Memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung dan tak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Ketua Umum PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif.
Dilansir beragam sumber. Jumat (19/7/2024) Zainul Maarif merupakan seorang tokoh muda Nahdliyin, yang dikenal sebagai filsuf dan dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) pada program studi Sejarah Peradaban Islam. Ia juga memegang jabatan sebagai Lektor.
Latar pendidikannya yaitu, S-2 Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Humaniora pada tahun 2006. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang S-3 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan memperoleh gelar Doktor pada tahun 2022.
Zainul juga aktif menulis berbagai buku. Hasil karya tulisnya diantara lain, "Filsafat Hassan Hanafi", "Kitab Syajarah Al-Kawn Ibnu Arabi: Mengurai Konsep Alam Semesta dan Sirah Nabi (Ibn Arabi's Cosmology and Prophet's Biography)", "Fathur Rabbani Syekh Abdul Qadir Al-Jailani", dan "Ar-Risalah Imam Syafi'i".
Selain itu, dia juga aktif menjadi narasumber dan membagikan kajian di pesantren yang diunggah kembali di kanal YouTube-nya. Dalam kajian-kajiannya, ia fokus membahas Filsafat Islam dan Sejarah Peradaban Islam.
Sebelumnya, Zainul Ma'arif meminta maaf kepada masyarakat Indonesia usai dirinya bersama empat tokoh NU lainnya bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu. Menurutnya kunjungan tersebut atas nama pribadi dan bukan organisasi.