Jejak Karier Politik Yahya Sinwar 

Relita Rahel Kristiyanto, Jurnalis
Rabu 07 Agustus 2024 16:04 WIB
Yahya Sinwar dipercaya Hamas sebagai pemimpin menggantikan Ismail Haniyeh yang tewas dibunuh di Teheran (Foto: AP)
Share :

GAZA - Yahya Sinwar ditunjuk menjadi pemimpin Hamas yang menggantikan Ismail Haniyeh sebagai kepala biro politik pada tahun 2024. Sebelumnya ia menjadi kepala urusan di Jalur Gaza pada tahun 2017 dan pemimpin de facto. 

Dikutip dari Britannica, perjalanan karir politik Yahya dimulai dari awal tahun 1980-an. Dia mendaftar di Universitas Islam Gaza, tempat ia belajar bahasa Arab yang membantunya membentuk citra dirinya yang karismatik. Ia masuk universitas tersebut pada saat banyak pemuda Palestina di Jalur Gaza yang mencari Islamisme untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina setelah puluhan tahun pan-Arabisme gagal melakukannya, dan organisasi mahasiswa yang menggabungkan pemikiran Islam dengan nasionalisme Palestina berkembang pesat. 

Pada tahun 1982, Sinwar ditahan karena keikutsertaannya dalam organisasi tersebut, meskipun tidak ada dakwaan resmi. Pada tahun 1985, sebelum Hamas terbentuk, Sinwar membantu mengorganisasi al-Majd. Al-Majd adalah jaringan pemuda Islam yang bertugas mengungkap semakin banyaknya informan Palestina yang direkrut oleh Israel dalam beberapa tahun terakhir. Ketika Hamas dibentuk pada tahun 1987, al-Majd dimasukkan ke dalam kader keamanannya. 

Pada tahun 1988 jaringan tersebut ditemukan memiliki senjata, dan Sinwar ditahan oleh Israel selama beberapa minggu. Tahun berikutnya, ia dihukum karena pembunuhan warga Palestina yang dituduh bekerja sama dengan Israel dan dijatuhi hukuman empat hukuman penjara seumur hidup.

Selama penahanan Sinwar yang lama, ia mempertahankan pengaruh yang kuat atas sesama tahanan, menggunakan taktik penyiksaan dan manipulasi serta bantuan dari koneksinya di luar penjara.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya