Pada momen peresmian yayasan ini, tekad untuk selalu berada di tengah warga masyarakat ditunjukkan yayasan dengan pemberian bantuan dan penghargaan kepada pengabdi seni dan budaya, yakni I Nengah Suarya, pengelola Museum Lontar di desa Penaban dan Yasa, seniman dan perajin kain tenun ikat di desa Tenganan, pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Puncaknya adalah kegiatan sarasehan yang dilaksanakan di STKIP Karangasem di Amlapura pada Kamis, 8 Agustus 2024 dengan tema, Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Karangasem Tangguh, Bangkit dan Mandiri. Sarasehan ini menghadirkan 3 nara sumber ahli untuk mengupas tuntas peluang pemberdayaan SDM Karangasem, poteni pertanian dan potensi pariwisatanya.
Para narasumber itu adalah I Ketut Rai Sudiarditha, I Nyoman Widiarta, dan I Wayan Laba. Sarasehan ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pembangunan SDM, pertanian, dan pariwisata di Karangasem, menghasilkan rekomendasi kebijakan dan strategi untuk pengembangan ketiga sektor tersebut dan membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam pengembangan daerah.
Di sektor pertanian, I Nyoman Widiarta mengusulkan solusi konkret berupa penerapan pertanian modern 4.0 yang sarat teknologi dan pelaksanaan hilirisasi yang diharapkan akan menciptakan lapangaan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara di sektor pariwisata, I Wayan Laba, menyampaikan sejumlah alternatif soslusi konkret melalui gagasan modernisasi pengelolaan pariwisata di Karangasem, revitaslisasi sejumlah destinasi utama, mendorong keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali agar Karangasem menjadi sejajar dengan kabupaten lain di Bali dan melaksanakan re-branding dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan sosial media supaya Karangasem semakin dikenal di dalam maupun di luar negeri.
(Arief Setyadi )