Badan intelijen Barat, khususnya AS dan Inggris, telah lama memperingatkan pekerja diplomatik dan individu swasta agar tidak terlibat dalam hubungan dengan warga negara China. Badan intelijen tersebut telah berulang kali menuduh Beijing menjalankan jaringan mata-mata "honey trap" yang luas, yang sebagian besar terdiri dari wanita cantik, yang diduga menargetkan warga negara asing, terlibat dalam hubungan jangka panjang dengan mereka dan akhirnya menekan mereka untuk bekerja sama dengan Beijing.
Meskipun tidak ada bukti kuat tentang kegiatan tersebut yang pernah diajukan, China telah berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menuduh badan intelijen Barat hanya memproyeksikan "tindakan memalukan" mereka sendiri ke negara tersebut.
(Rahman Asmardika)