Ia menambahkan bahwa tindakan premanisme saat ini tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga menggunakan tipu daya untuk menarik simpati masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Para pelaku ini membujuk masyarakat dengan iming-iming pekerjaan demi keuntungan pribadi,” ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)