Cikgu Gja sendiri memberi klarifikasi bahwa dia tidak mencela Bahasa Indonesia, bahkan menyebutnya sebagai “bahasa yang indah dan kaya akan budaya”. Namun, dia merasa siswa di Malaysia perlu menggunakan Bahasa Melayu yang benar dalam ujian mereka sesuai dengan silabus sekolah Malaysia.
Luasnya penggunaan Bahasa Indonesia di antara generasi muda Malaysia membuat sebagian warganet Negeri Jiran bertanya mengapa mereka mudah terpengaruh. Padahal, warga Malaysia pada generasi sebelumnya juga banyak menonton media Indonesia tapi tak pernah berpikir menggunakan Bahasa Indonesia di sekolah, hanya sesekali untuk bercanda dengan sesama teman.
(Rahman Asmardika)