JAKARTA - Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sebanyak 14 fakta-fakta gempa merusak yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.
Berikut 14 fakta-fakta gempa merusak di Sumenep Jatim:
1. Magnitudo gempa utama (mainshock) M6,0 dengan kedalaman hiposenter dangkal 12 km, terjadi pada hari Selasa 30 September 2025 pukul 23:49:44 WIB.
2. Episenter terletak pada koordinat 7,35° LS ; 114,22° BT, di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep.
3. Merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
4. Sumber gempa tampaknya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng (Madura Strait Back Arc Thrust).
5. Mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
6. Dampak gempa: Di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI (merusak bangunan rumah). Di Sumenep, Pamekasan, Surabaya intensitas III-IV MMI. Di Tuban, Denpasar, Gianyar intensitas III MMI. Di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi intensitas II-III MMI. Di Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar intensitas II MMI.
7. Memicu kerusakan bangunan rumah di Pulau Sapudi. Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat.
8. Kerusakan bangunan disebabkan karena hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak dan struktur bangunan lemah, tidak standar tahan gempa.
9. Gempa susulan (aftershocks) hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 117 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar: M 4,4 dan terkecil: M 1,9.
10. Sumenep dilintasi jalur sumber gempa sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, dan memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.
11. Sumenep memiliki banyak Catatan Sejarah Gempa Merusak: (1) Gempa Sumenep 1863 (2) Gempa Sumenep-Sapudi 1891 (3) Gempa Sumenep 1904 (4) Gempa Sumenep M4,9 pada 13 Juni 2018 merusak beberapa rumah (5) Gempa Sumenep - Sapudi M6,4 pada 11 Oktober 2018; 3 orang meninggal, 34 orang luka-luka dan 210 rumah rusak (6) Gempa Sumenep M5,0 pada 2 Maret 2019 menimbulkan 6 rumah rusak, 1 orang luka-luka (7) Gempa Sumenep M4,9 pada 2 April 2019 menyebabkan 26 rumah rusak di Pulau Raas.
12. Sumenep memiliki 3 catatan Sejarah Tsunami: (1) Tsunami Pulau Genteng Madura 7 Februari 1843 (2) Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889 dan (3) Tsunami Madura 29 Desember 1820.
13. Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura.
(Awaludin)