Perguruan Diniyah Puteri merupakan pondok pesantren modern khusus perempuan yang didirikan Rahmah pada 1 November 1923. Lembaga pendidikan ini berperan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat pada masa itu.
Fauziah juga mengenang sosok Rasuna Said, tokoh asal Maninjau yang telah lebih dulu dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Rasuna Said merupakan murid pertama Rahmah El Yunusiyah di Perguruan Diniyah Puteri.
“Jadi, murid beliau sudah lebih dahulu mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Sekarang gurunya pun diakui. Alhamdulillah, terima kasih,” ujarnya.
Selain mendirikan Perguruan Diniyah Puteri, Rahmah juga membentuk Perserikatan Guru-Guru Putri Islam di Bukittinggi dan aktif dalam pergerakan menentang penjajahan Belanda.
Ia turut mendirikan Taman Bacaan Khuttub Khannah untuk meningkatkan literasi perempuan, menjadi pengurus Serikat Kaum Ibu Sumatera (GKIS) Padang Panjang, serta berperan dalam pendirian Partai Masyumi di Minangkabau.
(Awaludin)