Kelompok tersebut mengatakan bahwa tindakan kriminal yang dilakukan oleh Abu Shabab dan gengnya yang berkoordinasi dengan tentara Israel "merupakan penyimpangan terang-terangan dari identitas nasional dan sosial."
Radio Angkatan Darat Israel mengutip sebuah sumber keamanan yang mengatakan bahwa Abu Shabab meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah dievakuasi ke rumah sakit Soroka di kota Beersheba, Israel selatan. Namun, pihak rumah sakit membantah bahwa ia meninggal dunia di bawah perawatan mereka.
Pada Juni, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui dukungannya terhadap milisi Abu Shabab di Gaza, menyusul komentar seorang mantan menteri bahwa Israel telah mentransfer senjata kepada mereka.