Menurut Mansur, pengemudi mobil yang diduga terlibat pengeroyokan berjumlah sekitar 4–5 orang. Mereka melaju dari arah yang sama dengan pengendara motor yang sempat diberhentikan oleh debt collector.
“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan identitas para pengemudi mobil tersebut, masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Ia menambahkan, setelah pengeroyokan terjadi, puluhan massa datang ke lokasi dan melakukan perusakan serta pembakaran. Polisi belum mengetahui asal kelompok massa tersebut.
“Karena ada korban DC yang meninggal satu, dan satu lagi luka dirawat di RS, mungkin ada rasa tidak terima. Imbasnya ke lingkungan sini yang sebenarnya tidak tahu-menahu karena kejadiannya di jalan. Menurut saksi, ini spontanitas, belum tahu dari mana, masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Hingga kini, polisi belum mengamankan pelaku pengeroyokan maupun pelaku perusakan dan pembakaran. Namun, Mansur memastikan polisi akan menyelidiki kedua perkara itu hingga tuntas.
“Sampai sekarang belum ada yang diamankan, masih proses penyelidikan. Kejadiannya sangat cepat, hanya hitungan beberapa menit,” ungkapnya.
Ia menegaskan tidak ada aksi tembak-menembak dalam dua peristiwa tersebut. Saat terjadi perusakan dan pembakaran pun tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil. Korban jiwa hanya berasal dari peristiwa awal, yaitu dua debt collector yang dikeroyok 5 orang pengemudi mobil.
(Awaludin)