JAKARTA – Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) pagi. Setidaknya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Caracas pada dini hari, dengan saksi mata mengatakan pangkalan militer terdampak pengeboman.
Diwartakan RT, pesawat jet dan kemungkinan drone terdengar di atas Caracas, dengan laporan adanya helikopter, termasuk Apache dan Chinook, yang terlibat.
Pejabat AS mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah memerintahkan serangan di Venezuela, termasuk fasilitas militer. Serangan ini dilancarkan setelah berminggu-minggu tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.
Trump menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan dan penyelundupan narkoba ke AS. Maduro membantah keras tuduhan tersebut.