Warga Iran turun ke jalan dalam protes baru semalam meskipun internet dimatikan, sementara kelompok hak asasi manusia memperingatkan pada hari Minggu bahwa pihak berwenang melakukan “pembantaian” untuk meredam demonstrasi.
Protes tersebut kini telah berkembang menjadi gerakan melawan pemerintah teokratis yang memerintah Iran sejak Revolusi 1979 dan telah berlangsung selama dua minggu.
Menurut tiga sumber Israel yang mengetahui masalah tersebut, otoritas Israel telah menempatkan pasukan mereka dalam siaga tinggi atas kemungkinan aksi militer AS di Iran. Kesiapan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa serangan Amerika dapat dengan cepat meningkat menjadi konflik regional yang melibatkan Israel dan pasukan AS di seluruh Timur Tengah.
Presiden Trump berulang kali memperingatkan para pemimpin Iran agar tidak menggunakan kekerasan untuk menekan demonstran dan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap gerakan protes tersebut. Pada hari Sabtu, Trump menulis di media sosial: “Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!”