Polisi Ungkap Bahan Baku Lab Narkoba di Apartemen Pluit dari India

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Selasa 13 Januari 2026 22:35 WIB
Penangkapan narkoba (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Polisi mengungkap bahan baku vape obat keras berisi etomidate, yang diproduksi di laboratorium narkoba di sebuah apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara, dikirim dari India.

“Betul, dikirim dari India,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, bahan vape obat keras berisi etomidate tersebut dikamuflase menjadi paket dan dikirim melalui jalur udara.

“Dikamuflase pengiriman paket lewat udara,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine laboratory atau laboratorium narkoba tersembunyi jenis etomidate di salah satu apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang warga negara China.

“Mengamankan dua orang tersangka, yakni D yang merupakan WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” kata Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

 

Parikhesit menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.

Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi bergerak dan menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di apartemen tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, serta bahan kimia lain berupa SLS seberat 1 kilogram.

“Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain berupa SLS seberat 1 kilogram, serta berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless,” ujar Parikhesit.

 

Dari hasil penyelidikan, diketahui seluruh alat dan bahan produksi laboratorium ilegal tersebut dikirim dari India. Tersangka HW yang merupakan WN China berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.

Laboratorium narkoba tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.

“Dari barang bukti yang kami amankan, jumlah bahan tersebut diperkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 mililiter cairan, maka dari total 30 liter r cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya