Gelombang Panas Menyengat Landa Australia, Suhu Mencapai Hampir 50 Derajat Celsius

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 27 Januari 2026 19:00 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA — Sebagian wilayah Australia pada Selasa (27/1/2026) dilanda suhu rekor mendekati 50 derajat Celsius, di saat negara itu mengalami gelombang panas berkepanjangan.

Kota-kota pedesaan Hopetoun dan Walpeup di negara bagian Victoria mencatat suhu tertinggi sementara 48,9 °C, yang jika dikonfirmasi semalam akan melampaui rekor yang ditetapkan pada 2009 ketika 173 orang tewas dalam kebakaran hutan Black Saturday yang menghancurkan negara bagian tersebut.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari gelombang panas pada Selasa, tetapi otoritas Victoria mendesak kewaspadaan karena tiga kebakaran hutan berkobar di luar kendali.

Melbourne, kota terbesar di negara bagian itu, juga hampir mencapai hari terpanasnya. Mungkin tidak ada tempat yang lebih terasa panasnya daripada di Melbourne Park, di mana kerumunan yang biasanya memadati luar turnamen tenis Australian Open menyusut menjadi kota hantu karena suhu melonjak.

 

Di dalam ruangan, panitia memberlakukan protokol cuaca panas ekstrem, memaksa penutupan atap yang dapat dibuka-tutup di atas arena utama dan penundaan pertandingan di lapangan luar yang tidak beratap. Selama pertandingan perempat final hari Selasa antara Aryna Sabalenka dan Iva Jovic — pertandingan terakhir yang dimainkan di bawah terik matahari — para pemain menempelkan kompres es ke kepala mereka dan kipas angin portabel ke wajah mereka selama jeda pertandingan.

Para fotografer yang meliput pertandingan diberi bantal oleh panitia untuk menghindari cedera akibat panas saat duduk dan menutupi kamera mereka dengan handuk untuk mencegah perangkat tersebut mengalami kerusakan akibat panas atau membakar tangan mereka. Para penggemar berbaris untuk berdiri di depan kipas pendingin raksasa atau mencari tempat berlindung di area ber-AC di lokasi acara.

Jumlah penonton di acara tersebut, yang sejauh ini mencatat rekor jumlah penonton harian, turun dari 50.000 pada sesi siang Senin (26/1/2026) menjadi 21.000 pada Selasa karena orang-orang mengindahkan peringatan kesehatan dari para pejabat dan tetap tinggal di rumah.

 

Suhu diperkirakan akan turun pada Rabu (28/1/2026), meskipun gelombang panas diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan. Gelombang panas ini menyusul gelombang panas lainnya awal bulan ini di tengah salah satu musim panas terpanas di Australia.

Pada Senin, beberapa bagian negara bagian New South Wales dan South Australia mencatat suhu rekor, beberapa di antaranya melebihi rekor yang ditetapkan selama musim panas yang merusak akibat kebakaran hutan pada 2019.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya