JAKARTA - Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla (JK), tak berharap banyak pada Board Of Peace yang diinisiasi Presiden AS, Donald Trump. Itu lantaran semua keputusan dalam forum tersebut sepenuhnya dipegang Trump. Namun, dia tetap berharap setidaknya forum tersebut bisa menghentikan perang dan membawa pemulihan di Gaza, Palestina.
"Mungkin bukan perdamaian, tapi menghentikan perang dan melaksanakan rekonstruksi. Utu saja harapan kita," ujar JK dalam diskusi bertema Manfaat dan Mudharat Indonesia Mendukung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump sebagaimana disiarkan secara online di kanal Youtube Forum Insan Cita, Senin (2/2/2026).
Menurut JK, penyelesaian konflik di Gaza, Palestina yang diinisiasi Trump memperlihatkan pada dunia tentang kekuasaannya. Pasalnya, dia menyelesaikan persoalan melalui veto dalam forum Board of Peace Trump tersebut.
"Pertama ini memberikan kita sekali lagi suatu cara Trump untuk mengatasi persoalan ataupun memperlihatkan kekuasaannya. Jadi, menjalankan suatu policy kebijakan dengan todongan. Bukan todongan senjata," tuturnya.
JK menerangkan, sejak dahulu dia selalu menyampaikan, perang di Gaza tersebut hanya bisa diselesaikan oleh 3 orang. Pertama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kedua pimpinan faksi Hamas Palestina, dan Presiden AS yang kini dijabat Donald Trump. Saat ini, dengan caranya itu, Trump mencoba menghentikan perang tersebut.
"Apa masalahnya? Kita semua mendoakan sejak dulu bagaimana ada kedamaian di Gaza, di Palestina. Ini mungkin satu cara terpaksa dilakukan, setidaknya dengan cara ini bisa menghentikan perang di sana atau invasi di sana," jelasnya.
"Sejak awal saya sampaikan, hanya 3 orang yang bisa hentikan perang di Gaza itu, pertama Netanyahu, kedua Trump, dan ketiga Hamas, siapapun pimpinan Hamas. Sekarang ini untuk Trump dengan caranya yang menurut kita tentu kasar tapi juga ingin mengambil kebijakan lain atau memperlihatkan kekuatan Amerika di mana orang semua terpaksa ikut dengan kekuasaan-kekuasaan, baik militer dan ekonomi," papar JK.
Dia menerangkan, dalam persetujuan tersebut, semua keputusan dipegang Trump. Negara lain seolah hanya sebagai pendengar dan pengusul. Meski begitu, diharapkan forum itu bisa benar-benar menghentikan perang di Gaza.
"Dalam persetujuan itu dituliskan ketuanya Trump sekaligus dia mempunyai Hak Veto, lainnya bisa mengusulkan tapi diveto mau apalagi. Jadi, artinya lembaga itu wadah Trump. Semua negara hanya pendengar dan pengusul sesuatu, tapi semua keputusan ada di Donald Trump," tuturnya.
Terlebih, tambah JK, dalam forum itu terdapat negara-negara Islam. Negara-negara itu diharapkan bisa membawa aspirasi warga Gaza, tepatnya Palestina. Selain menghentikan perang, mereka diharapkan bisa benar-benar membawa pemulihan pada Gaza yang telah porak-poranda itu.
"Terpenting menghentikan perang ini karena apapun perang ini kekalahannya Gaza, tidak bisa bergerak, untuk menghentikan korban jiwa, luka, gedung hancur. Harapan kita cuma 1, karena Indonesia, Turki, Arab Saudi, Qatar dan lainnya, kita harap mereka dapat mewakili kepentingan Palestina. Kalau negara Islam tidak mewakili kepentingan atau aspirasi Palestina, maka ini akan menjadi masalah," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)