“Beliau juga mundur dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan alasan lama mengabdi dan menghendaki regenerasi," kata Ahmad Samsul Rijal.
Sementara itu, KIAI Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam, adalah pengasuh, melanjutkan kepengasuhan PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang, yang didirikan kakeknya, Kiai Bishri Syansuri, salah satu muassis NU.
“Beliau dua kali berkhidmat di jajaran PBNU, namun lebih dikenal sebagai penggerak utama PWNU Jawa Timur dengan jabatan Wakil Ketua,” ujarnya.
"Rekam jejak Kiai Ma’ruf Amin dan Kiai Abdussalam Shohib telah memenuhi kompetensi, kualifikasi dan spesifikasi sebagai pemimpin PBNU yang dibutuhkan untuk mengembalikan NU pada jati diri jam’iyyah, tujuan dan misi pendiriannya, serta pengembangan peran organisasi untuk menjawab tantangan zaman," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )