Gubernur Korsel Usulkan ‘Impor Perawan’ dari Vietnam untuk Tingkatkan Angka Kelahiran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 14:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: EPA)
Share :

JAKARTA – Seorang gubernur Korea Selatan memicu kemarahan setelah ia mengusulkan "mengimpor perawan dari Sri Lanka dan Vietnam" untuk membantu mengatasi penurunan populasi di daerah-daerah provinsi.

Gubernur Kabupaten Jindo, Kim Hee-soo, menyampaikan saran tersebut dalam pertemuan balai kota di Jeolla Selatan untuk membahas penggabungan administratif sembilan kota dan kabupaten di provinsi tersebut dengan Kota Metropolitan Gwangju.

"Dari 89 wilayah yang menghadapi penurunan populasi di seluruh negeri, 20 persen berada di Provinsi Jeolla Selatan. Kita perlu menyelesaikan krisis kepunahan ini," katanya, seperti dilaporkan Maeil Business Newspaper.

"Penurunan populasi telah diprediksi sejak tahun 2000-an, tetapi pemerintah lengah. Kita tidak dapat menolong diri sendiri karena kondisi kota dan kabupaten yang buruk."

Penggabungan tersebut, lanjutnya, seharusnya tidak hanya fokus pada pengembangan industri tetapi juga mengatasi penurunan populasi. "Jika tidak ada penduduk, apa gunanya menyelamatkan industri?"

 

"Kita harus menerapkan langkah-langkah khusus seperti mengimpor gadis-gadis perawan dari Sri Lanka dan Vietnam, lalu menikahkan mereka dengan para bujangan pedesaan," tambahnya, sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Pernyataan Kim menimbulkan protes, tidak hanya di antara lebih dari 100 peserta, tetapi juga di seluruh negeri karena pertemuan tersebut disiarkan langsung, menurut kantor berita lokal Newsis.

Wali Kota Gwangju, Kang Ki-jung, segera menyampaikan keberatannya.

"Mungkin ada banyak solusi, tetapi orang asing, pernikahan, dan pendapatan bukanlah solusi yang tepat," katanya. "Hanya ketika ada industri di wilayah tersebut, angka kelahiran dan populasi akan meningkat. Kita perlu mengembangkan industri terlebih dahulu."

Beberapa orang yang hadir mengatakan bahwa meskipun mereka memahami kekhawatiran Kim tentang komunitas pedesaan yang sekarat, mereka merasa ia mengungkapkannya "dengan cara yang kasar" dengan menyebut orang asing sebagai "impor" dan menyebutkan negara tertentu.

 

"(Pernyataannya) kurang peka terhadap multikulturalisme, hak asasi manusia, dan gender," kata salah seorang di antara mereka.

Korea Selatan memiliki angka kelahiran terendah di dunia, menurut laporan BBC Agustus lalu. Negara ini secara teratur memecahkan rekornya sendiri: 0,98 kelahiran per wanita pada 2018, 0,84 pada 2020, 0,72 pada 2023, dan 0,75 pada 2024. Berdasarkan tren ini, para ahli memperkirakan populasi negara yang berjumlah 50 juta jiwa dapat berkurang setengahnya dalam 60 tahun.

Hal ini, ditambah dengan perpindahan kaum muda dari daerah pedesaan ke ibu kota Seoul untuk mencari pekerjaan dan peluang lebih baik, telah mendorong komunitas pedesaan dan kota-kota kecil ke ambang kepunahan.

Pemerintah berupaya membalikkan tren penurunan populasi di daerah pedesaan. Desember lalu, pemerintah menerapkan program "pendapatan dasar pedesaan", di mana penduduk di 10 "daerah penurunan populasi" dengan kurang dari 50.000 jiwa menerima voucher senilai 150.000 won per bulan selama dua tahun.

 

Namun, populasi Korea Selatan meningkat berkat warga asing. Jumlah warga negara baru yang dinaturalisasi melebihi 11.000 tahun lalu, tertinggi sejak pandemi Covid-19, lapor kantor berita Yonhap pada Rabu, mengutip Kementerian Kehakiman.

Sebanyak 18.623 warga negara asing mengajukan permohonan menjadi warga negara Korea Selatan antara Januari dan Desember tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 11.344 berhasil. Warga negara Tiongkok merupakan yang terbesar dengan 56,5 persen, diikuti warga Vietnam (23,4 persen), Filipina (3,1 persen), dan Thailand (2,2 persen).

Jumlah mantan warga Korea Selatan yang memperoleh kembali kewarganegaraan juga meningkat – 4.037 orang tahun lalu, naik dari 3.607 orang pada 2024.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya