Viral! Guru di Madura Babak Belur Dipukuli Wali Murid, Begini Kronologinya

Tim iNews Media Group , Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 00:01 WIB
Viral! Guru di Madura Babak Belur Dipukuli Wali Murid, Begini Kronologinya
Share :

SAMPANG Viral video aksi penganiayaan terhadap seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.  Korban merupakan guru tugas utusan salah satu pondok pesantren ini, babak belur dianiaya oleh wali murid beserta keluarganya.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Dalam video yang beredar, terlihat suasana mencekam di sebuah warung tempat korban dikepung. Sejumlah ibu-ibu di lokasi bahkan terlihat menangis histeris melihat sang guru dianiaya secara bertubi-tubi.

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo mengatakan, kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan dan tengah dalam penanganan serius penyidik.

"Kasus penganiayaan guru tugas ini sudah ditangani oleh anggota Satreskrim Polres Sampang. Kami sedang melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut," ujar Ipda Eko Puji Waluyo, Minggu (8/2/2026).

Kasus tersebut memicu simpati luas dari netizen dan kalangan pesantren, mengingat posisi korban sebagai santri yang sedang mengabdi (Guru Tugas). Polisi kini tengah mengejar pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula saat korban tengah mengajar di MI Miftahul Adfal. Saat itu, salah satu murid kedapatan bergurau saat pelajaran berlangsung. Korban kemudian menegur, namun tidak dihiraukan.

Guru tersebut lantas memberikan teguran fisik ringan menggunakan kayu kecil alat penunjuk huruf di papan tulis. Namun, murid tersebut melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya dengan versi berbeda.

 

Namun tidak berselang lama, saat korban tengah beristirahat di sebuah warung dekat sekolah, ia tiba-tiba didatangi oleh orang tua murid berinisial S dan kerabatnya berinisial HA. Mirisnya, pelaku datang sambil membawa senjata tajam.

Kedua pelaku langsung menyerang korban menggunakan tangan kosong dan sarung penutup senjata tajam. Akibat serangan membabi buta tersebut, sang guru mengalami luka lebam serius di sekujur tubuh, terutama di bagian punggung, pundak, dan leher.

Warga sekitar segera melerai dan menjaga korban agar pemukulan tidak berlanjut lebih fatal.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya