Lukisan Kuda Api SBY Laku Rp6,5 Miliar, Dibeli Pengusaha Dato Low

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Rabu 18 Februari 2026 19:29 WIB
Lukisan kuda api Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) laku Rp6,5 miliar (Foto: Jonathan S/Okezone)
Share :

JAKARTA - Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) laku terjual dengan harga Rp6,5 miliar dalam acara lelang di Perayaan Hari Raya Imlek Partai Demokrat, Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026).

Lukisan bergambar kuda api bertajuk Kuat dan Energik Laksana Kuda Api itu digambar di kanvas dengan ukuran 130x80 cm. Lukisan tersebut dilukis SBY dalam rangka perayaan Hari Raya Imlek 2577 Kongzili dan langsung dipamerkan di depan panggung.

Dalam lukisan itu terlihat kuda api berwarna biru tengah berlari dengan kobaran api di bagian belakangnya. SBY mengatakan, kobaran api berwarna merah melambangkan energi, tekad, dan kekuatan untuk mencapai tujuan baik. SBY kemudian menambahkan sentuhan warna biru yang ditempatkan pada kuda sebagai simbol perdamaian dan keteduhan.

"Jadi my imagination is, ada sebuah kuda api melambangkan tekad, kekuatan, energi, mencapai tujuan yang baik, tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh," ujar SBY.

Lelang awalnya berlangsung dari harga Rp300 juta, Rp400 juta hingga menyentuh tawaran Rp1 miliar oleh Deddy Corbuzier. Setelahnya, adu tawaran itu kembali meningkat dengan kelipatan Rp1 miliar.

Pengusaha Hermanto Tanoko pun beradu dengan perwakilan Keluarga Dato Low (Low Tuck Kwong) hingga tawaran tertinggi Rp6,5 miliar dimenangkan Keluarga Dato Low.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan seluruh dana hasil lelang ini akan dikelola Partai Demokrat untuk kegiatan kemanusiaan.

"(Hasil lelang) untuk membantu saudara-saudara kita, masyarakat kurang sejahtera yang Tionghoa, tapi juga semua. Bukan hanya warga Tionghoa, karena ini buat semua, karena Indonesia itu semua," kata AHY.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya