Sebagai bagian dari mandat tersebut, Indonesia akan memimpin penempatan sektor awal di wilayah prioritas, termasuk Rafah. Selain itu, Indonesia juga berperan dalam pelatihan kepolisian sipil profesional dan koordinasi keamanan bersama mitra internasional.
Dalam pertemuan Board of Peace yang membahas rencana tersebut, Donald Trump secara khusus menyoroti kontribusi Indonesia.
“Negara-negara yang hadir di sini hari ini, tidak hanya menyumbangkan dana, beberapa juga berjanji mengirimkan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan mengamankan perdamaian yang benar-benar berkelanjutan. Kita harus memiliki perdamaian yang berkelanjutan. Secara khusus, Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia,” tambah Trump.
Bangun Rumah hingga Pemulihan Layanan Dasar
Selain aspek keamanan, rencana Board of Peace menyiapkan rekonstruksi bertahap yang ambisius. Pada fase awal, lebih dari 100.000 rumah akan dibangun kembali di Rafah, disertai pemulihan layanan dasar serta pembersihan sekitar 70 juta ton puing dan 350 kilometer terowongan bawah tanah.