Dalam jangka panjang, program ini menargetkan pembangunan lebih dari 400.000 rumah, infrastruktur energi, air dan sanitasi, jalan, pelabuhan, hingga bandara. Kawasan pesisir juga akan dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Adapun target akhirnya adalah terbentuknya pemerintahan teknokratik yang dipimpin warga Gaza sendiri, didukung institusi publik yang efektif, ekonomi mandiri, serta iklim investasi yang stabil.
Dalam kerangka itulah, peran Indonesia kini bukan sebatas seruan, kini sudah sampai aksi penjaga perdamaian hingga penopang transisi menuju stabilitas Gaza, Palestina.
(Arief Setyadi )