Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa otoritas Israel juga telah meningkatkan penangkapan dan perintah pengusiran di Yerusalem Timur yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, kekerasan, perluasan permukiman ilegal, dan serangan militer di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Warga Palestina memandang Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan, sementara Israel menganggap kota itu sebagai ibu kotanya yang tak terbagi — sebuah perselisihan yang terus menjadikan akses ke tempat-tempat suci sebagai titik konflik setiap Ramadhan.
(Rahman Asmardika)