11 Bandara di Papua Ditutup Imbas Penembakan Smart Air, TNI-Polri Perketat Pengamanan

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Sabtu 21 Februari 2026 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memberi antensi aksi penembakan pesawat di bandara Papua (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memberikan atensi khusus terhadap situasi keamanan penerbangan perintis dan layanan publik di Papua pascainsiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway, Papua.

Imbas insiden tersebut, dilakukan penutupan sementara pada 11 bandara di Papua. Hal itu juga menyebabkan terganggunya sejumlah layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan, yang menunjukkan adanya peningkatan ancaman terhadap objek vital dan keselamatan masyarakat.

Terkait hal itu, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, menegaskan negara tidak akan pernah mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.

"Pemerintah telah mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua," kata Purwito, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan segala bentuk gangguan terhadap objek vital nasional, termasuk bandara dan fasilitas layanan publik, merupakan ancaman terhadap keselamatan rakyat dan tidak akan ditoleransi.

"Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi informasi menyesatkan, serta bersama-sama memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, dihasilkan keputusan untuk membuka kembali Bandara Koroway Batu, Bandara Beoga, dan Bandara Iwur secara bertahap setelah pengamanan dinyatakan memadai. "Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus," ucapnya.

Pesawat Smart Air ditembaki dari hutan di samping Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, sesaat setelah mendarat, Rabu, 11 Februari 2026. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penembakan dari arah hutan di samping area bandara.

Penembakan itu diduga didalangi oleh KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak. Pesawat itu membawa 13 orang penumpang. Pesawat dipiloti oleh Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro. Akibat penyerangan itu, pilot dan kopilot meninggal dunia. Sementara seluruh penumpang, termasuk balita, dinyatakan selamat.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya