JAKARTA – Lembaga survei Median merilis temuan terbaru mengenai persepsi publik terhadap konsistensi pemerintah Indonesia, dalam membela Palestina, meski telah bergabung dalam inisiatif Board of Peace (BoP).
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menyampaikan, bahwa mayoritas responden masih menaruh kepercayaan terhadap komitmen politik luar negeri Indonesia.
“Sebanyak 55,7 persen responden menyatakan percaya bahwa pemerintah Indonesia tetap konsisten membela Palestina meskipun telah bergabung dengan BoP,” ujar Rico dalam pemaparan hasil survei secara daring, Senin (23/2/2026).
Dari angka tersebut, 37,6 persen responden menyatakan cukup percaya dan 18,1 persen menyatakan sangat percaya. Temuan ini menunjukkan lebih dari separuh publik meyakini komitmen pemerintah terhadap isu Palestina tetap terjaga.
Namun demikian, survei juga mencatat adanya kelompok masyarakat yang meragukan konsistensi tersebut. Sebanyak 31,7 persen responden menyatakan tidak percaya, dengan rincian 20,9 persen kurang percaya dan 10,8 persen tidak percaya sama sekali. Sementara itu, 12,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut Rico, angka ketidakpercayaan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik.
“Angka 31,7 persen yang menyatakan tidak percaya menjadi perhatian. Pemerintah perlu memastikan setiap langkah diplomasi tetap sejalan dengan amanat konstitusi dan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Ia menambahkan, isu Palestina bukan sekadar persoalan politik luar negeri, melainkan memiliki dimensi historis dan emosional yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Survei ini dilakukan pada 10–14 Februari 2026 menggunakan kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan melalui berbagai platform media sosial. Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 tahun hingga di atas 60 tahun.
Sebanyak 1.200 responden terlibat dalam survei ini dengan distribusi yang diklaim proporsional terhadap populasi pengguna media sosial di seluruh Indonesia. Hasil survei secara khusus mencerminkan pandangan masyarakat yang aktif di ruang digital terkait isu yang diteliti.
(Awaludin)