Menurut Rico, angka ketidakpercayaan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik.
“Angka 31,7 persen yang menyatakan tidak percaya menjadi perhatian. Pemerintah perlu memastikan setiap langkah diplomasi tetap sejalan dengan amanat konstitusi dan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Ia menambahkan, isu Palestina bukan sekadar persoalan politik luar negeri, melainkan memiliki dimensi historis dan emosional yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Survei ini dilakukan pada 10–14 Februari 2026 menggunakan kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan melalui berbagai platform media sosial. Responden merupakan pengguna aktif media sosial berusia 17 tahun hingga di atas 60 tahun.
Sebanyak 1.200 responden terlibat dalam survei ini dengan distribusi yang diklaim proporsional terhadap populasi pengguna media sosial di seluruh Indonesia. Hasil survei secara khusus mencerminkan pandangan masyarakat yang aktif di ruang digital terkait isu yang diteliti.
(Awaludin)