Para pejabat AS belum mengeluarkan komentar publik yang terperinci. Perwakilan Florida, Carlos Gimenez, seorang mantan wali kota Miami keturunan Kuba-Amerika, telah menuntut penyelidikan "mendesak" atas apa yang ia sebut sebagai "pembantaian" untuk menentukan apakah ada di antara para korban yang merupakan warga negara AS.
Bentrokan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Havana, yang dipicu oleh embargo minyak yang terus berlanjut dari Presiden AS Donald Trump, yang telah memperdalam krisis ekonomi dan kemanusiaan di Kuba.
(Rahman Asmardika)