HAVANA – Pemerintah Kuba pada Minggu (4/1/2026) mengatakan bahwa 32 warganya tewas selama serangan Amerika Serikat (AS) di Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh tentara AS.
Havana menyebut akan ada dua hari berkabung pada 5 dan 6 Januari untuk menghormati para korban tewas, dan pengaturan pemakaman akan diumumkan kemudian.
Pernyataan pemerintah Kuba memberikan sedikit detail, tetapi menegaskan bahwa semua korban tewas adalah anggota angkatan bersenjata dan badan intelijen Kuba.
“Sesuai dengan tanggung jawab mereka terkait keamanan dan pertahanan, rekan-rekan sebangsa kita telah memenuhi tugas mereka dengan bermartabat dan heroik, serta gugur setelah perlawanan sengit, dalam pertempuran langsung melawan para penyerang atau sebagai akibat dari pemboman di fasilitas tersebut,” kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Reuters.
Kuba telah memberikan pengamanan bagi Maduro sejak ia berkuasa. Tidak jelas berapa banyak warga Kuba yang menjaga presiden Venezuela ketika mereka tewas, dan berapa banyak yang mungkin tewas di tempat lain.