Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, memberikan penekanan pada pentingnya internalisasi nilai-nilai spiritual sebagai fondasi profesionalitas.
“Keseimbangan antara profesionalitas birokrasi dan empati kemanusiaan adalah kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih humanis dan bermartabat," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )