Washington dan Tel Aviv menggambarkan serangan pertama mereka terhadap Iran sebagai tindakan pencegahan yang bertujuan menghancurkan program pengayaan uranium dan rudal balistiknya. Republik Islam bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang sama sekali tidak beralasan.
Banyak pihak, termasuk Rusia dan China, mengutuk serangan AS–Israel, menyebutnya sebagai agresi yang bertujuan menggulingkan pemerintah Teheran.
Serangan AS–Israel telah menewaskan setidaknya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya, kata Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani. Serangan balasan Teheran menewaskan 11 orang di Israel, sementara setidaknya enam anggota militer Amerika juga tewas.
(Rahman Asmardika)