Meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, tingginya volume penggunaan amunisi menimbulkan tekanan besar terhadap rantai pasokan industri pertahanan.
Pengisian kembali persenjataan tersebut bukan hanya persoalan biaya yang tinggi, tetapi juga terkait dengan ketersediaan mineral penting seperti kobalt, tungsten, dan unsur tanah jarang yang dibutuhkan untuk sistem navigasi, elektronik, dan motor roket.
Sebagian besar bahan baku tersebut berasal dari pemasok terbatas di dunia, dengan China mendominasi beberapa pasar mineral strategis.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat membuka kerentanan besar dalam kapasitas produksi senjata Barat.
(Awaludin)