Ia juga sempat mendoakan Prabowo agar mampu memimpin negeri. Setelahnya, Prabowo menyampaikan arahannya.
Kepala Negara menyampaikan bahwa Nuzulul Quran adalah kesempatan untuk masing-masing memahami, meresapi, arti dari yang diajarkan dalam Alquran tersebut.
"Kita bersyukur masih diberi kesehatan, dapat hadir bersama pada peringatan Nuzulul Quran 1445 Hijriah, pada hari Ramadhan hari ke-20, malam ke-21, malam ganjil, yang kita percaya Lailatul Qadar turun di antara malam ganjil bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhir. Semoga ini akan menambah kebaikan, keberkahan bagi kita semua," kata Prabowo.
Prabowo pun menyampaikan terima kasihnya kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk kepada Quraish Shihab yang sempat memberikan hikmah.
Ia mengaku, hikmah tentang keadilan yang disampaikan Quraish Shihab sangat berarti bagi dirinya. Begitu juga tentang takdir pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat.
"Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran keadilan dan kejujuran. Dan kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin," tandas Prabowo.
(Awaludin)