Hamas merupakan anggota “poros perlawanan” Iran—sebuah koalisi longgar yang bertujuan melawan pengaruh AS dan Israel. Turki dan Qatar, yang baru-baru ini menjadi sasaran serangan Iran, juga memberikan dukungan finansial dan politik signifikan kepada Hamas.
Kelompok ini melancarkan perang yang menghancurkan melawan Israel di Jalur Gaza selama lebih dari dua tahun. Gencatan senjata yang diberlakukan AS mulai berlaku Oktober lalu, dan negosiasi terus berlanjut mengenai fase-fase selanjutnya dari kesepakatan tersebut. Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata hampir setiap hari.
Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan 649 orang telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
(Rahman Asmardika)