Kehilangan kendali atas Pulau Kharg akan menimbulkan kesulitan besar bagi Iran, meski pulau itu bukan target militer atau nuklir.
Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan “mengabaikan semua batasan” jika AS menyerang Pulau Kharg. Pada Sabtu (14/3/2026), komando militer gabungan Iran mengancam akan menargetkan “semua infrastruktur minyak, ekonomi, dan energi milik perusahaan minyak di seluruh wilayah yang memiliki saham Amerika atau bekerja sama dengan Amerika” jika infrastruktur energi dan ekonominya diserang.
Peringatan Iran ini, jika direalisasikan, akan menyebabkan harga minyak meroket jauh lebih tinggi dari saat ini, memicu bencana ekonomi global. Bahkan, serangan masif seperti ini mungkin berdampak besar bagi negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, yang sektor pariwisatanya sudah terdampak perang.