BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering, Polisi Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumsel

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Rabu 25 Maret 2026 16:59 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho (foto: ist)
Share :

JAKARTA – Polda Sumatera Selatan meningkatkan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merujuk pada prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyatakan bahwa langkah kesiapsiagaan ini didasarkan pada pemaparan BMKG terkait fenomena iklim ENSO yang diprediksi tetap berada dalam kondisi netral hingga pertengahan 2026.

Meski tidak ada fenomena El Niño ekstrem, BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia diprediksi datang lebih awal, yakni 1 hingga 3 dasarian, termasuk di sejumlah Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan.

“Selain itu, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan lebih kering dibandingkan tahun 2025. Puncaknya diprediksi terjadi pada Mei hingga Agustus,” ujar Sandi, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran di wilayah rawan.

“Mitigasi karhutla tidak bisa dilakukan secara sektoral,” tegasnya.

 

Sandi pun menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai instansi serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah dampak buruk karhutla terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya evaluasi penyerapan anggaran 2026 di seluruh satuan kerja. Menurutnya, setiap program kepolisian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar laporan administratif.

Di sisi lain, Sandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dalam menjaga keamanan selama Ramadhan hingga Idulfitri.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, ASN, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Namun, tugas melindungi masyarakat tidak berhenti di sini. Personel harus tetap memantau dinamika arus lalu lintas hingga Operasi Ketupat berakhir pukul 24.00 WIB,” tutupnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya