Di tengah eskalasi konflik yang masih tinggi, terjadi ledakan yang mengenai salah satu kendaraan dalam rombongan tersebut. Insiden itu mengakibatkan dua prajurit TNI gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain korban jiwa, dua prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Keduanya telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon.
Lalu pada Minggu (29/3), seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
(Awaludin)