JAKARTA - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Blue House atau Cheong Wa Dae, Rabu (1/4/2026).
“Saya juga ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota TNI yang sedang berpartisipasi dalam operasi pemeliharaan perdamaian di Lebanon, yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” ujar Presiden Lee.
Ia menegaskan, pernyataan tersebut tidak hanya mewakili dirinya secara pribadi, tetapi juga mencerminkan simpati dan duka cita dari masyarakat Korea Selatan.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit. Ia memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Presiden Prabowo melalui akun Instagram resminya, Selasa (31/3/2026).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengungkapkan, dua prajurit TNI gugur dalam insiden yang terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Data tersebut menambah total korban menjadi tiga prajurit.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, selain korban jiwa, dua prajurit lainnya mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Lebanon.
“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur. Sementara, dua prajurit lainnya mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis intensif,” ujar Rico.
(Erha Aprili Ramadhoni)