“Jika situasinya mengkhawatirkan, maka kita harus merespons dengan tepat dan berpegang pada rencana kita,” katanya dalam pesan video tersebut.
Anwar mengatakan, pemerintah sedang meredam dampak krisis energi global melalui Inisiatif Dukungan Rakyat, dengan alokasi tambahan sebesar RM4 miliar per bulan untuk menyerap kenaikan biaya minyak global dan memastikan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang tiba-tiba.
Selain itu, untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, kuota subsidi bahan bakar Budi Madani 95 telah disesuaikan menjadi 200 liter per bulan mulai hari ini, bersamaan dengan pemberlakuan batasan harian pengisian bahan bakar diesel bersubsidi di Sabah, Sarawak, dan Labuan.
Perdana Menteri juga mengatakan, pemerintah sedang meningkatkan upaya diversifikasi sumber energi untuk menjaga pasokan energi negara.
“Kami sedang melakukan diversifikasi sumber impor minyak dan gas dari negara lain, seperti yang telah diumumkan sebelumnya. Ini juga didukung oleh kinerja yang kuat dari perusahaan minyak nasional kita, Petronas, dalam mengelola operasi secara efektif,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)