JAKARTA – Pakar hukum internasional di Amerika Serikat (AS) telah menandatangani surat terbuka yang menyatakan bahwa serangan AS terhadap Iran mungkin merupakan kejahatan perang. Surat tersebut dirilis setelah Presiden Donald Trump mengulangi ancamannya minggu ini untuk menyerang pembangkit listrik dan pabrik desalinasi Iran.
Lebih dari 100 pakar hukum internasional di AS, termasuk dari universitas seperti Harvard, Yale, Stanford, dan Universitas California, mengatakan dalam surat yang dirilis pada Kamis (2/4/2026) bahwa perilaku pasukan AS dan pernyataan para pejabat senior AS “menimbulkan kekhawatiran serius tentang pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, termasuk potensi kejahatan perang.”
Surat tersebut mencatat komentar Trump pada pertengahan Maret, di mana ia mengatakan AS mungkin melakukan serangan terhadap Iran “hanya untuk bersenang-senang.” Surat itu juga mengutip komentar dari pimpinan Pentagon Pete Hegseth pada awal Maret, di mana ia mengatakan AS tidak berperang dengan “aturan keterlibatan yang bodoh.”
“Perang ini, yang menghabiskan biaya antara USD1–2 miliar setiap hari bagi para pembayar pajak AS, menimbulkan kerugian signifikan bagi warga sipil di kawasan tersebut, telah mengakibatkan hilangnya ratusan nyawa warga sipil di seluruh Timur Tengah, dan menyebabkan kerusakan lingkungan serta ekonomi yang serius,” kata para ahli dalam surat tersebut, sebagaimana dilansir TRT.
“Kami mendesak para pejabat pemerintah AS untuk selalu menjunjung tinggi Piagam PBB, hukum humaniter internasional, dan hukum hak asasi manusia, serta secara terbuka menyatakan komitmen dan penghormatan AS terhadap norma-norma hukum internasional.”
Surat tersebut dipublikasikan di situs web jurnal kebijakan Just Security.
Para ahli mengatakan mereka “sangat prihatin tentang serangan yang telah menghantam sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah-rumah,” termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Iran pada hari pertama perang.
Retorika yang ‘Merendahkan Martabat Manusia’
Pada Rabu (1/4/2026), Trump mengancam akan menyerang Iran “dengan sangat keras.”
“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump.
Sebuah kelompok advokasi Muslim terkemuka di AS memperingatkan bahwa retorika Trump selama perang, termasuk ancamannya untuk menyerang Iran “kembali ke Zaman Batu,” telah “merendahkan martabat manusia.”
Perang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran menanggapi dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan AS di negara-negara Teluk.
(Rahman Asmardika)