Dalam peninjauan di Bengkalis, ia juga menyoroti kondisi tinggi muka air di kanal yang telah melebihi ambang batas aman, sehingga memperbesar potensi kebakaran.
“Ini harus segera dimitigasi secara komprehensif. Karena ke depan akan semakin kering dan kita akan kekurangan air,” ujarnya.
Bambang menegaskan kunci utama menghadapi ancaman tersebut adalah langkah preventif dan peringatan dini, sebagaimana juga ditekankan dalam berbagai studi ilmiah terbaru.
Ia turut mengapresiasi pendekatan Green Policing yang dijalankan Polda Riau, khususnya dalam upaya penanaman pohon sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian karhutla.
“Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolik. Secara scientific, itu adalah cara untuk menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran. Kalau tidak diimbangi, emisi yang kita lepaskan akan semakin besar,” katanya.
(Arief Setyadi )