Kasus Foto AI di JAKI, Pramono: Siapa Salah Harus Dihukum!

Danandaya Arya putra, Jurnalis
Senin 06 April 2026 11:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa dugaan manipulasi tindak lanjut laporan warga, terkait parkir liar yang dibalas menggunakan foto berbasis artificial intelligence (AI).

Pemeriksaan akan dilakukan terhadap Lurah Kalisari d                                                                                                                                                                                                                                                                                                       an kepala subdinas (Kasubdin) terkait.

Kasus ini bermula dari laporan warga melalui aplikasi JAKI mengenai parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun, tindak lanjut laporan tersebut diduga menggunakan foto hasil rekayasa AI.

“Yang urusan dengan AI di JAKI, saya sudah meminta Inspektorat untuk memeriksa, baik lurah di Kalisari maupun kasubdin. Siapapun yang salah harus diberikan hukuman,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam pelayanan publik. Ia meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini tidak boleh terulang kembali, karena bagi pemerintah Jakarta, transparansi itu sangat penting,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, jika laporan warga belum dapat ditangani, maka harus disampaikan sesuai kondisi yang sebenarnya, bukan dengan cara memanipulasi data.

“Kalau belum selesai, ya disampaikan belum selesai. Jangan menggunakan AI yang justru membohongi publik,” katanya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat dari unggahan pengguna Threads dengan akun @seinsh yang mengeluhkan penanganan parkir liar di wilayah Pasar Rebo.

Dalam unggahan tersebut, terlihat dua foto tindak lanjut laporan. Pada foto pertama, masih tampak kendaraan terparkir di badan jalan. Namun pada foto berikutnya, kendaraan tersebut hilang, yang diduga merupakan hasil rekayasa AI.

Warga tersebut mengaku telah melaporkan persoalan itu hingga tingkat kelurahan, namun belum mendapat penyelesaian yang memuaskan.

Pemerintah memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus ini.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya