Surat kabar itu mengatakan serangan tersebut "bukan kebetulan", mencatat bahwa zona Ramat Hovav adalah salah satu konsentrasi industri kimia dan petrokimia terbesar di Israel serta memiliki kepentingan strategis.
"Serangan rudal apa pun di lokasi ini, bahkan jika tidak mengakibatkan konsekuensi bencana, menimbulkan potensi ancaman lingkungan, di samping dampak psikologis dan tekanan publik," demikian pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir TRT.
Laporan tersebut mencatat bahwa kedekatan kompleks dengan kota Beersheba dan komunitas di sekitarnya menimbulkan kekhawatiran bahwa potensi kebocoran berbahaya atau kerusakan besar dapat memengaruhi sejumlah besar orang.
Serangan itu merupakan pembalasan atas serangan Israel terhadap fasilitas petrokimia di Iran.
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Kampanye tersebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
(Rahman Asmardika)