JAKARTA – Iran melancarkan serangan bertubi-tubi ke petrokimia utama di Israel selatan sebagai balasan atas rangkaian pengeboman yang dilakukan oleh rezim Zionis, yang menargetkan fasilitas sipil. Serangan balasan Iran telah meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan kebocoran bahan kimia seiring berlanjutnya perang tersebut.
Sebelumnya, serangan Israel di dekat pembangkit nuklir Bushehr, Iran, menewaskan setidaknya satu personel keamanan dan menyebabkan kerusakan kecil, meskipun reaktor tetap utuh dan tidak ada kebocoran radiasi yang dilaporkan.
Iran menyebut serangan itu sebagai agresi dan membalas dengan rudal serta drone.
Menurut surat kabar Israel Hayom, puing-puing rudal menghantam pabrik kimia ADAMA Makhteshim Israel di dekat Beersheba pada 29 Maret, memicu kebakaran gudang tanpa menimbulkan korban luka.
Teheran menggambarkan serangan itu sebagai respons terukur, meningkatkan kekhawatiran atas serangan terhadap situs nuklir dan kimia di wilayah tersebut.