Keberhasilan mudik kali ini juga didukung langkah pemerintah menjaga stabilitas harga energi. Hampir setengah responden atau 49% mengetahui dan merasakan manfaat dari jaminan pemerintah agar harga BBM tidak mengalami kenaikan.
Berbagai insentif tarif turut memperlancar arus mudik dan balik. Program Diskon Tarif Angkutan (darat, laut, dan udara) diketahui oleh 38% responden, sementara Diskon Tarif Jalan Tol menjangkau 34% publik. Selain itu, peningkatan Anggaran THR juga diketahui oleh 35% masyarakat.
Bukan hanya masyarakat umum, pemerintah memberikan fleksibilitas bagi ASN melalui kebijakan Bekerja dari Mana Saja (WFA), yang diketahui 29% responden. Kebijakan ini secara tidak langsung membantu memecah kepadatan arus balik karena waktu kepulangan lebih fleksibel.
Hendro menegaskan, kombinasi program sosial, insentif ekonomi, dan kesiapan infrastruktur berhasil menciptakan ekosistem mudik yang positif.
"Data menunjukkan bahwa kehadiran negara dalam mengelola tradisi tahunan ini berjalan dengan sangat baik. Banyaknya program yang 'sampai' ke telinga dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah bukti nyata kesuksesan arus mudik dan balik tahun 2026. Hal ini yang membuat tingkat kepuasan masyarakat berada pada level yang sangat tinggi," katanya.
(Arief Setyadi )