JAKARTA - Para astronot Artemis II National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah mendarat dengan selamat di Bumi. Artemis II mendarat setelah menyelesaikan misi penting yang membawa manusia mengelilingi Bulan dan kembali untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.
Awak berhasil melakukan pendaratan parasut pada Jumat di Samudra Pasifik, setelah memasuki kembali atmosfer dengan kecepatan tinggi, melansir Al Jazeera, Sabtu (11/4/2026). Tim penyelamat berada di lepas pantai California, menunggu untuk menjemput mereka setelah kedatangan mereka pada pukul 17.07 waktu Pasifik (00.07 GMT).
Keempat astronot tersebut sekarang akan menjalani pemeriksaan medis sebelum kembali ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston, Amerika Serikat (AS).
Anggota awak NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, bersama dengan astronot Kanada Jeremy Hansen, memulai perjalanan 10 hari dari Pusat Antariksa Kennedy Florida minggu lalu. Mereka melakukan perjalanan lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dilakukan manusia mana pun.
Mereka mengorbit di sisi jauh bulan, menguji peralatan di ruang angkasa yang dalam, sebelum meluncur kembali ke Bumi pada Jumat.
Misi mereka adalah yang pertama ke bulan sejak misi Apollo 17 tahun 1972. Kepulangan mereka melengkapi misi yang penuh dengan tonggak teknis.
Artemis II secara luas dipandang sebagai penerbangan uji kritis untuk misi Bulan di masa depan, khususnya Artemis IV, yang bertujuan mendaratkan astronot di permukaan bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo.
Para insinyur sekarang akan menganalisis data kunci dari misi tersebut, termasuk kinerja perisai panas kapsul Orion serta sistem navigasi dan teknologi pendukung kehidupan. Semua ini penting untuk membawa manusia dengan aman lebih jauh ke luar angkasa.
Kepulangan juga mencakup salah satu fase perjalanan yang paling menantang yakni pemadaman komunikasi singkat selama masuk kembali ke atmosfer. Hal ini disebabkan panas yang sangat tinggi yang menumpuk di sekitar pesawat ruang angkasa.
Namun di atas jarak yang memecahkan rekor, misi ini juga menandai beberapa hal bersejarah lainnya. Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi bulan, Koch wanita pertama, dan Hansen bukan orang Amerika pertama.
Selama perjalanan mereka, kru melaporkan secara detail fitur permukaan bulan dan kemudian menyaksikan gerhana matahari serta dampak meteorit.
“Apa yang benar-benar kami harapkan dalam hati kami adalah bahwa kami dapat, untuk sesaat, membuat dunia berhenti — dan mengingat bahwa ini adalah planet yang indah di tempat yang sangat istimewa di alam semesta kita,” kata Komandan misi Wiseman.
“Kita semua harus menghargai apa yang telah diberikan kepada kita,” ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)